'Pemerintah tidak wajib bangun infrastruktur' Indosat masih melihat potensi pasar

Rabu, 02 Desember 2009

MATARAM: Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan pemerintah tidak wajib membangun infrastruktur telekomunikasi dan jaringan backbone, karena dapat diserahkan sepenuhnya kepada swasta.

"Tidak dosa jika proyek infrastruktur kita lempar ke swasta. Pemerintah memberikan kesempatan yang lebih luas kepada swasta untuk membangun infrastruktur agar private sector lebih berkembang," kata Tifatul, di sela-sela acara pencanangan proyek Palapa Ring di Mataram, Senin lalu.

Infrastruktur telekomunikasi yang tengah dibangun oleh swasta hingga ke perdesaan dengan dukungan pemerintah adalah Palapa Ring, Desa Pinter, dan Desa Berdering.

Meski program pembangunan infrastruktur tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah, Menkominfo menilai pemerintah tidak punya kewajiban membangun infrastruktur sendiri karena terbentur banyak kendala, terutama dana dari APBN.

"Kita perlu melihat sistem ekonomi makro seperti inflasi, devisa, dan nilai tukar mata uang. Kita juga perlu melihat kekuatan APBN. Itu sebabnya pembangunan infrastruktur kita lempar ke private sector, termasuk Palapa Ring," jelasnya.

Meski tak membangun sendiri, pemerintah akan menyiapkan insentif kepada operator telekomunikasi yang mau membangun infrastruktur Palapa Ring yang bentuknya masih akan dikaji.

Di negara lain, seperti Australia dan Singapura, infrastruktur backbone dibangun oleh swasta tetapi disubsidi pemerintah sehingga bisa lebih murah digunakan oleh operator. Di negara maju bahkan infrastruktur dibangun sepenuhnya oleh pemerintah.

Tifatul mengklaim Palapa Ring merupakan program 100 hari Depkominfo, meski sebenarnya sudah digagas sejak 2005 oleh Menhub Hatta Rajasa, dilanjutkan oleh Menkominfo Sofyan A. Djalil, kemudian Menkominfo Mohammad Nuh. Proyek tersebut juga sudah ditawarkan kepada investor dalam Infrastructure Summit 2005.

Komitmen konsorsium

Terkait dengan komitmen konsorsium untuk melanjutkan penggelaran kabel optik dari Manado ke Makassar, President Director and CEO PT Indosat Tbk Harry Sasongko mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk potensi pasar yang dinamis.

"Yang jelas, Indosat akan tetap berkomitmen membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil di seluruh Indonesia, baik melalui konsorsium maupun sendiri," ujarnya.

Sejumlah kalangan melihat jatuh temponya obligasi Indosat tahun depan akan menjadi kendala operator tersebut dalam menanamkan modal di Palapa Ring.

Berdasarkan catatan Bisnis, obligasi Indosat yang akan jatuh tempo pada 2010 adalah obligasi III/2003 seri B senilai Rp640 miliar.

Menanggapi hal itu, Director Wholesales and Chief Wholesale and Infrastructure Officer PT Indosat Tbk Fadzri Sentosa mengatakan pihaknya masih menunggu kajian dari konsorsium dan tidak ada kaitannya dengan obligasi. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

0 Comments:

Posting Komentar

.
 
FaceBlog © Copyright 2009 MR-Community | Blogger XML Coded And Designed by Edo Pranata | Blogger Templates