Rabu, 02 Desember 2009
Saya adalah pemilik kartu kredit BII Platinum No. 5520.0855.0856.2015. Pada 14 November 2009 saya menerima surat dari Customer Service BII No. S.KK.2009.X. 128/DIR O&T-Service Quality tertanggal 30 Oktober 2009 sebagai jawaban atas keberatan saya terhadap pendebetan berulang transaksi dengan Celebrity Fitness. Pada intinya, surat tersebut menyatakan bahwa saya tetap dibebankan kewajiban untuk membayar transaksi Celebrity Fitness tersebut. Anehnya, surat tersebut dilampiri dengan bukti dari pihak BII berupa membership agreement antara saya dan Celebrity Fitness, yang menurut saya, justru menjadi bukti nyata bahwa Celebrity Fitness telah melakukan pendebetan berulang untuk transaksi yang sama. Atas dasar tersebut, pada 15 November 2009 saya telah mengirim surat balasan melalui email ke cs@bii.co.id, di mana dalam email tersebut saya menjelaskan kronologis kejadian secara lengkap dan juga menyatakan bahwa bukti terlampir dari pihak BII justru memperkuat argumen saya tentang pendebatan berulang yang dilakukan oleh Celebrity Fitness. Namun, alangkah terkejutnya saya setelah pada 1 Desember 2009 saya mendapat e-mail balasan dari Customer Service BII No. 0668a/09/12/IQS/KK/ICDM yang bukannya memberikan penyelesaian masalah. Pihak Customer Service BII malahan menyarankan saya untuk langsung menghubungi pihak Celebrity Fitness untuk penyelesaian klaim saya tersebut. Terus terang saya sangat kecewa dengan sikap BII tersebut. Sebagai nasabah kartu kredit Platinum BII bertahun-tahun yang selalu membayar tepat waktu, saya merasa ditelantarkan. Pihak BII seolah-olah lepas tangan terhadap masalah saya dan malah terkesan melemparkan kesalahan kepada pihak lain, setelah saya berhasil membuktikan argumen saya yang justru menggunakan bukti yang dilampirkan oleh pihak BII sendiri. Rupanya nama bank besar sekelas BII tidak menjamin sikap profesional dalam melayani nasabahnya. Yan Sugondo Penjelasan tentang program pertukaran pemuda muslim Kedutaan Besar Australia masih membuka lamaran untuk Program Pertukaran Australia-Indonesia untuk Tokoh-Tokoh Muda Muslim dengan batas akhir untuk pengajuan lamaran yang jatuh pada Jumat 4 Desember 2009. Tokoh muda Muslim berprestasi tinggi dianjurkan untuk melamar untuk mengikuti program antar-agama bilateral yang bergengsi ini dan menjadi duta internasional bagi muslim Indonesia. Menurut Duta Besar Australia Bill Farmer, hal itu adalah kesempatan emas bagi pemuda dan pemudi muslim di Indonesia dan Australia untuk meningkatkan saling pengertian antarumat beragama, bekerja sama dan saling menghargai serta merayakan perbedaan yang terdapat di kedua negara. Minggu ini Australia menyelenggarakan Pertemuan Parlemen Agama Dunia di Melbourne, kota dengan penduduk multiagama, bahasa serta budaya, yang merupakan tempat yang ideal untuk menyelenggarakan pertemuan tingkat dunia ini. Kini memasuki tahun kedelapan dan menjadi model yang sangat dihargai dalam memupuk dialog antar-agama, Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia bertujuan untuk membangun jaringan antara komunitas Muslim di Australia dan Indonesia. Sebagai bagian dari proses seleksi yang independen dan ketat, para kandidat akan diwawancarai oleh panel yang terdiri dari Profesor Virginia Hooker (Universitas Nasional Australia), Profesor Merle Ricklefs, Phillip Knight (Universitas Melbourne) dan juga Rowan Gould dari Dewan Islam Victoria. Universitas Paramadina telah berperan sebagai mitra yang sangat berharga dan koordinator program di Indonesia sejak permulaan program ini. Program ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Lembaga Australia Indonesia. Selama dua dasawarsa terakhir, lembaga ini telah memenuhi peran yang unik dan sangat penting dalam membina persahabatan dan pengertian antara Australia dan Indonesia melalui berbagai proyek. Kegiatan lembaga itu antara lain di bidang seni, musik, pendidikan, kepemudaan, masyarakat madani, keyakinan antarumat beragama, Kajian Australia, media dan olah raga. Informasi mengenai program ini dan proses lamaran tersedia di www.indonesia.embassy.gov.au dan www.paramadina.ac.id. Lamaran mulai dibuka pada 13 November 2009. Sanchi Davis | ||
0 Comments:
Posting Komentar