Rabu, 02 Desember 2009
| JAKARTA: DKI Jakarta dan Jawa Tengah diperkirakan tetap mendominasi 60% dari total penyaluran kredit perusahaan pembiayaan pada tahun ini sebagaimana tecermin dari kondisi tahun lalu, sehingga dari sisi kompetisi akan semakin ketat. Presiden Direktur PT Sinar Mitra Sepadan Finance Rudyanto Somawihardja memperkirakan tahun ini distribusi pembiayaan sebesar 50%-60% berada di Pulau Jawa terutama Jakarta dan Jawa Tengah. Pasalnya, Jawa memiliki dukungan dari sisi pendapatan masyarakat dan infrastruktur yang memadai sehingga mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan. "Kami pikir keadaan saat ini dan tahun lalu untuk penyebaran bisnis tidak jauh berbeda. Jawa masih dominan," katanya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin. Berdasarkan data Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Departemen Keuangan menunjukkan lokasi perusahaan lessee atau yang memperoleh pembiayaan dari perusahaan pembiayaan pada 2008 terbesar disalurkan di daerah Jawa Tengah dan DKI Jakarta untuk segmen sewa guna usaha (leasing). Adapun segmen pembiayaan konsumen juga terjadi kesamaan dominasi bisnis multifinance yang sebagian besar tersebar di Pulau Jawa terutama DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan M. Ihsanuddin mengatakan data tersebut sebetulnya sangat diperlukan guna menjalankan fungsi pengawasan pemerintah dan sekaligus juga mendorong pertumbuhan industri pembiayaan lebih baik lagi. Multifinance menumpuk Direktur PT Indomobil Finance Indonesia Gunawan dalam kesempatan tersebut juga menilai penumpukan di wilayah Jawa menjadi satu alasan persaingan bisnis multifinance kian ketat, sehingga terkadang terjadi persaingan dalam tataran bunga dan layanan. Wilayah di luar Jawa memiliki keunggulan sektor pertanian, pertambangan, dan perkebunan. "Dukungan infrastruktur dan income masyarakat khususnya di Jakarta sendiri juga menjadi alasan mengapa banyak bisnis di sini [Jakarta] apalagi kota ini memang merupakan pusat bisnis," katanya. Wilayah lain seperti Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara memiliki piutang pembiayaan di bawah Rp100 miliar untuk segmen leasing. Segmen lain yakni anjak piutang juga didominasi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan nilai piutang di atas Rp100 miliar. (tahir.saleh@bisnis.co.id) Oleh M. Tahir Saleh | ||
0 Comments:
Posting Komentar